| Jakarta Siaga 1 - Lumpuh karena banjir |
|
|
|
|
Metrotvnews.com, Jakarta: Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek sejak Kamis kemarin membuat Jakarta dikepung banjir. Di wilayah Kampung Melayu, Jakarta Timur, ketinggian air sudah mencapai empat meter. Banjir juga sudah merendam beberapa ruas jalan di wilayah Jakarta Barat, yaitu wilayah Roxy, Pedurenan dan sekitarnya. Hal ini akibat jebolnya tanggul yang berada di wilayah Tanjung Duren, Jakarta Barat. Kemacetan pun terjadi di mana-mana. Berdasarkan pemantauan Metro TV, Jumat (2/2), banjir hampir merata terjadi di wilayah Jakarta. Di Jalan Puri Kembangan, Jakbar, air sudah mencapai lebih dari 50 sentimeter. Akibatnya jalan tersebut tidak bisa dilalui. Kemacetan pun terjadi di kawasan ini. Jika ada kendaraan yang memaksa lewat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, harus menanggung risiko mogok di tengah jalan. Sementara para pengendara yang tidak berani menerobos terpaksa harus memutar balik mencari jalan laternatif lain. Kondisi ini justru dimanfaatkan beberapa warga sekitar untuk menjual jasa penyeberangan dengan menggunakan gerobak. Di wilayah lain di Jakbar, beberapa ruas jalan juga terendam air. Di Roxy, Pedurenan dan sekitarnya, misalnya. Akibat luapan banjir, jalan-jalan utama yang menuju ke jalan protokol, seperti Jalan Tanjung Duren Raya, Kemanggisan dan sekitarnya tergenang air sebatas lutut orang dewasa. Banjir setinggi 40 sentimeter dan 30 sentimeter terjadi di daerah Wijaya Kusuma, Duta Mas, Delima dan Jelambar. Genangan air juga terjadi di sekitar Daan Mogot di depan Indosiar dan Grogol serta di Kelurahan Bidara China setinggi satu meter. Beberapa kendaraan yang melintas di daerah tersebut banyak yang dialihkan. Genangan air yang menyebabkan kemacetan juga terdapat di wilayah Roxy dan sekitarnya. Hal ini menyulitkan sebagian warga yang akan melintas ke wilayah Grogol. Sementara banjir yang menggenang sekitar Jalan Daan Mogot menyebabkan kendaraan sulit melintas ke wilayah Tanjungpriok dan Cengkareng. Banjir juga terjadi di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan. Akibat banjir ini, sejumlah perkantoran dan sekolah di kawasan tersebut terpaksa diliburkan. Banjir yang terjadi di lokasi ini terjadi mulai subuh. Derasnya aliran Sungai Krukut menyebabkan ketingian air terus bertambah. Banjir besar juga mengakibatkan aliran listrik mati total. Akibat banjir, arus lalulintas di Jalan Tendean perbatasan Kuningan Barat dan Rawa Barat, Jaksel, dialihkan. Arah dari Kuningan ke Blok M dialihkan menuju Semanggi, sedangkan dari arah Santa Blok M menuju Kuningan dialihkan menuju Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi paling parah terjadi di kawasan Kampung Melayu. Ketinggian banjir sudah mencapai empat meter. Jalan Casablanca di seputar Gudang Peluru, bahkan harus ditutup karena terendam air setinggi satu meter. Kemacetan arus lalulintas pun tak terhindarkan. Arus kendaraan dari Terminal Kampung Melayu dialihkan ke Pasar Kampung Melayu, sementara arus kendaraan dari terminal ke Salemba, ditutup. Angkutan yang relatif lancar hanyalah beberapa kendaraan busway sebelumnya akhirnya dialihkan melalui Pasar Jatinegara. Di bagian lain, tim Search and Rescue kesulitan mengevakuasi warga korban banjir di Kampung Melayu. Ini karenaperahu karet yang menjadi alat satu-satunya untuk mengevakuasi, kesulitan masuk ke permukiman. Selain itu, banyak warga yang menolak meninggalkan rumah mereka, meski banjir meninggi. Dari Jakarta Pusat dilaporkan, titik banjir terjadi di daerah Jati, pinggir Karet. Genangan air di wilayah itu mencapai 65 sentimeter. Genangan setinggi 15 cm hingga 25 cm juga terjadi di Jalan Sudirman, Wahid Hasyim, Gunungsari, Gerbang Pemuda serta rel kereta api Manggala Wanabakti. Di Jakarta Utara, daerah yang tergenang banjir, antara lain daerah Kapuk Utara setinggi 50 cm dan Teluk Gong setinggi 30 cm. Banjir di wilayah Jakarta ini dikarenakan hujan lokal yang terjadi empat hari berturut-turut dan bukan karena air kiriman dari luar Jakarta, seperti Bogor. Sebab, di Pintu Air Katulampa, Bogor, hingga pukul 9.30 WIB, ketinggian air masih 50 sentimeter atau di bawah batas normal 80 cm. Sementara di Pintu Air Depok, ketinggian air juga masih normal, belum melampaui batas titik normal, yakni 200 cm.(DEN) |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||